Toko Papatembak

Antara Perpani dan INASP, Pemanah Profesional dan Pemanah Hura-Hura

Peringatan: Postingan ini saya labelin "capruk" yang dalam bahasa Sunda artinya "ngelantur". Jadi isinya tidak dapat dipertanggungjawabkan karena ditulis berdasarkan seenaknya udel, sangeunah beuheung, alias sak karep ndase penulis yang notabene anak kemaren sore di dunia panahan Indonesia.

Kenapa saya nulis ini? Karena beberapa waktu lalu saya baca "diskusi" kawan2 Perpani dan INASP di salah satu grup facebook tentang panahan. Isinya gak penting2 amat, tapi cukup bikin saya gatel pengen nulis ini.

Sebelumnya, kita bahas dulu apa itu Perpani dan INASP (tentu saja cuma modal pengetahuan penulis yang seuprit)

Perpani, singkatan dari Persatuan Panahan Indonesia. Anak 90-an hampir dipastikan hafal ini, karena dulu mungkin bakal jadi soal EBTANAS. Haha... Di benak saya Perpani itu adalah wadahnya atlit profesional. Dimana mereka latihan dari pagi sampe sore atau bahkan sampe malam setiap hari. Melesatkan ratusan anak panah di pagi yang dingin atau tengah hari bolong. Punya pelatih yang super dan berpengalaman di kancah internasional. Tentu punya kurikulum yang keren juga. Pemanah Perpani adalah pemanah yang mukanya mesem kalo nembak gak kena kuning/gold (liat di youtube).



Sedangkan INASP, singkatan dari Indonesian Archery School Program. Banyak anggotanya yang cuma pengen memanah sebagai hiburan alias pemanah hura2 atau pemanah rekreasi (tapi banyak juga yang serius loh!). Yang saya sebut pemanah rekreasi adalah pemanah yang sekedar cari senang, bukan kepengen jadi atlit. Latihan juga cuma pas weekend, itu juga kalo gak ada kondangan, kalo gak panas, kalo gak hujan, kalo ada temen yang ngajakin, dan beribu alasan lain. Alat juga pinjem punya club, dengan anak panah yang cuma dikasih 3 biji itupun beda2 merk bahkan beda bahan. Masih untung kalo vanesnya lengkap dan anak panah/arrownya lurus.



Jadi, secara prestasi tentu bumi langit. Pemanah paling jago di INASP belum tentu bisa ngalahin pemanah paling bontot Perpani. Tapi dibalik itu, INASP itu keren! Kenapa?

Sedari kecil saya suka panahan tapi cuma tau Perpani dan langsung jiper kalo ngebayangin seleksi dan porsi latihannya yang berat. Informasi tentang gimana cara bergabung juga gak pernah saya dapet (karena gak berani nanya). Dulu saya berasumsi bahwa pemanah Perpani adalah pemanah turun temurun, kalo gak orang tuanya ya sodaranya yang atlit panahan, ada yang melatih dan mengarahkan sedari kecil. Jadi dulu ketika saya SMP pas lewat GOR Pajajaran (salah satu GOR di Bandung) saya cuma bisa melongo dan berkhayal sambil ngeliatin para atlit berlatih.

Entah sejak kapan dunia panahan di Indonesia mulai rame, saya juga termasuk orang yang ikut2an. Banyak yang memanah karena sunnah. Tapi saya pikir INASP juga punya peranan cukup besar dalam meramaikan perpanahan Indonesia. Orang2 kayak saya jadi gak minder mau mulai memanah di usia 30an atau lebih. Karena kawan2 di klub juga masih bisa miss di jarak 10 meter dan target 40 cm. Haha... Promosi dari klub2 INASP di daerah juga sangat gencar, salah satunya tentu karena ada latar belakang bisnis. Gak masalah, coach juga butuh makan. Yang penting dunia panahan Indonesia bisa semakin maju dan merakyat. Sebagai orang yang baru mulai mencintai panahan, itu sangat penting untuk keberlangsungan hobi, semakin rame yang main semakin asik.

Disinilah kehebatan INASP terasa. OK lah kita2 yang udah bangkotan udah gak akan lagi jadi atlit yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Tapi angkatan kita punya anak2 yang berpotensi sangat besaaar! Di klub saya sendiri, orang tua yang latihan sering bawa anaknya ke klub. Namanya anak2, pasti pengen coba ngelakuin apa yang dilakuin orang tuanya. Sedikit2 si anak bakal tertarik, lama2 ikutan coba. Terus mereka cerita sama temennya di sekolah. Temennya ikutan tertarik. Ini efeknya lebih hebat dari MLM!

Jadi, beberapa tahun kedepan saya yakin peminat panahan akan semakin tinggi. Artinya kemungkinan munculnya pemanah muda berbakat yang nanti bakal dapet emas di olimpiade juga makin tinggi. Awal2 gak perlu lah harus sesuai standard FITA, sekedar demen manah aja udah cukup. Dibikin suka dulu, kalo udah suka sih apa aja bakal dijabanin.

Kesimpulannya, menurut saya INASP pada saat ini tugas utamanya adalah menjaring sebanyak mungkin orang untuk mencintai panahan. Untuk selanjutnya diasah lebih tajam oleh Perpani supaya bisa bersaing dengan pemanah luar seperti Korea Selatan yang kayaknya udah turun temurun tidur meluk busur.

Bravo Perpani! Bravo INASP! Bravo panahan entah apaan aja lah organisasinya!


NB:
- Daftar isi blog ini bisa diliat di Site Map.
- Dengan berbelanja di toko papatembak, Anda telah berkontribusi terhadap keberlangsungan blog ini. Kalo dagangan saya laku, saya jadi punya banyak waktu buat nulis. Haha...



Warnetna ngebul mang,
Azhar A. Suryadiningrat
papatembak.blogspot.co.id

27 comments:

  1. udah bubar mas INASP

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, baru kemaren atau mungkin hari ini. Ini tulisan 2 bulan lalu.

      Saya angkat lagi artikel ini karena saya ikut menyayangkan atas apa yang terjadi. Saya kenal panahan melalui INASP, bahkan sampe sekarang masih aktif di salah satu klubnya.

      Delete
  2. Memang saya akui INASP sangant baik dalam hal pemasyarakatan panahan, saya pribadi sangat mengapresiasi INASP perihal semangat yang di kobarkan INASP dalam hal marketing olahraga panahan...
    Namun yang cukup disayangkan adalah ketidak harmonisan antara kedua kubu... PERPANI, seperti yang sudah dijelaskan merupakan organisasi prestasi yang memang bermaksud membina Pemanah dalam sudut pandang prestasi. Namun, sesuai yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam AD/ART, bahwa PERPANI merupakan satusatunya induk organisasi Panahan di Indonesia... Jadi, sepatutnya walaupun memang lebih unggul dalam beberapa hal, harus tetap kita sadari bahwa ini negeri yang berazaskan kesantunan, dimana mau tidak mau yang muda berkewajiban untuk menghormati yang lebih tua,.. atau setidaknya mau tidak mau kita harus mematuhi peraturan yang sudah lebih dahulu ditetapkan,..
    Saya yakin, jika PERPANI dan INASP bersatu, Panahan di Indonesia akan menjadi lebih baik lagi... INASP sebagai marketing pemasyarakatan Olahraga Panahan bagi mereka yang sekedar ingin tahu, ingin mengenal dan ingin bermain-main, PERPANI sebagai Pembinaan Prestasi bagi atlet yang lebih serius di bidang Panahan... Harmoni yang merdu bukan...
    Salam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat pak! Seperti yang saya sampaikan di tulisan saya diatas. Mungkin idealnya INASP menjadi sub-nya Perpani, yang mewadahi para pemanah yang tidak/belum berorientasi pada prestasi.

      Delete
    2. "Jadi, sepatutnya walaupun memang lebih unggul dalam beberapa hal, harus tetap kita sadari bahwa ini negeri yang berazaskan kesantunan, dimana mau tidak mau yang muda berkewajiban untuk menghormati yang lebih tua.."

      Hal-hal dan mind set seperti inilah yang perlu direformasi, sangat tidak manusiawi pak. Dalam dunia usaha mau apapun bentuknya sangat lucu ada pandangan tua dan muda, wajar ini negeri makin lama makin kusut... dan sangat tidak benar tulisan bapak itu, apa sih bisanya yang tua? sejarah juga mengungkapkan kemajuan itu ditangan yang muda, Sentot Ali Basah 29thn, Jend. Soedirman 27Thn, Alexander The great 29Thn, Khalid bin Walid 29Thn..Yang tua cukup nasehat dan pandangannya saja, tdk perlu banyak sikap dilapangan. Jadi jangan dibawa2 tua/muda apalagi dalam pelaksanaan pembangunan manusia suatu bangsa dan negara.

      Sekarang saya bertanya, apa yang sudah dibuat oleh PERPANI dalam memajukan cabang Panahan? dalam disiplin ilmu maupun Panahan sebagai peluang usaha? "zero"..bukan saja di panahan namun hampir semua organisasi olahraga dinegeri ini, Mind set yg impoten masih saja dijadikan kuncian.

      Mohon maaf jika ada tulisan saya yg sekiranya kurang berkenan..namun kemajuan memerlukan sikap, bukan cakap ;-)

      Delete
  3. di dalam organisasi PERPANI di daerah saya, sejak tahun 2006 sudah ada bidang khusus untuk pelatihan panahan rekreasi, jd sebenarnya tidak perlu lg ada inasp. Selain itu juga peralatan panahan termasuk senjata tajam, jd perlu adanya pengawasan terhadap user/pengguna peralatan tersebut tidak sembarang orang bisa mempunyai peralatan panahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, keren! Daerah mana gan? Bagus sekali kalo bisa dicontoh oleh seluruh pengcab perpani se-Indonesia. Biar olah raga ini semakin mudah dijangkau peminat.

      Delete
  4. Mau tanya ke agan2 semua. Barangkali ada yg bisa bantu. Kl kita punya alat panah, apa kl mau latihan hrs ada izin? Apa ada aturannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, saya gak tau pasti. Tapi kayaknya banyak orang yang punya busur panah dan berlatih di belakang rumah bebas2 aja. Belum denger ada cerita orang ditangkap polisi karena main panah tanpa izin.

      Delete
  5. Kang, kalau INASP udah bubar trus yg menaungi klub2 panahan saat ini siapa kang? Kalau semisal masing2 klub ngadain SKM itu kan masih ada logonya INASP ya? Kalau boleh tau kenapa INASP bubar kang? Sayang banget, padahal baru aja kenal panahan lewat klub...waktu kecil sering liat atlet manah tapi dah jiper liat alat2 nya wakkakaka, pasti mahal, orang sepatu bola aja susah belinya wkwkkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. INASP gak jadi bubar kok, dan kabarnya udah semakin bersinergi sama perpani. Jadi gak usah khawatir. Hehe...

      Delete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Kalo mau gabung inasp di bandung dmn kang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya ga ada kalo di Bandung kang.

      Delete
    2. Coba aja ke BAC atau Vieneth sport,
      Cari infonya di FB..

      Delete
  8. Kenapa inasp harus menginduk ke perpani, kenapa tdk bisa independent?
    Puluhan tahun sy melihat sepak terjang organisasi olahraga macam perpani tp di cabang olahraga lain.... Isinya cm org2 yg money oriented, berani sikut sana sini, sesama pelatih menyikut, sementara atlit byk yg di kadalin pelatih... Ya walaupun tdk semua hanya sebagian besar oknum. Setahu sy di inasp atlitnya independet mau kompetisi modal sendiri semua dr alat,transpotasi smp akomodasi. Nanti kl inasp menginduk ke perpani, siap ga perpani berbagi "kue" ke inasp kl tdk siap, maka harus siap juga utk tdk mengerogoti "dalam negri" (baca: keuangan) inasp to?? ,kgn minta honor ini dan itu, jgn minta bagian ini dan itu dan jangan ada admistrasi ini dan itu.
    Bagaimana olahraga di indonesia mau maju, kalo ada yg yg lagi tumbu di acak2

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Negeri ini tdk lain negeri pedagang, apa saja di bisniskan...Yang dilain sisi bisnis akan terbentuk jika market sudah ada, jika tidak ya harus dibentuk (proses iket perut) sampai pada saatnya baru wadah dibentuk. Di kita ujuk2 bikin ini itu, macam pelari jarak pendek...mesti rubah mind set, berusaha menjadi pelari maraton dalam berusaha.

    Tdk ada satupun organisasi olah raga dinegeri ini yg di manage dengan standar ilmu dan pengetahuan yg sesungguhnya...wajar jika kerap pemain lama atau mungkin organisasi suka sok ngatur(banyak cakap), tanda mereka minim ide dan ilmu, wong isinya orang2 bodoh dan fasik(ga dimana mana).

    Nah, sekedar info..dalam waktu dekat ini sekitar +/- 1 tahun akan ada wadah baru yg independent dan solid dengan standar 5 cabang kompetisi panahan internasional dalam satu area, dimananya akan saya ksh infonya nanti(masih dirahasiakan). Sang pendiri sosok idealis bertangan baja, tbs dari dulu hanya penonton, tidak pernah sekalipun pegang busur..namun paham semua situasi panahan di negeri ini. Bukat kawan2 pemanah, atlit atau bukan pasti akan menarik nafas panjang akan terwujudnya mimpi dan cita2 kita untuk memiliki konsep range panahan yg benar...Salam panah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih buat komentar2 agan diatas. Saya gak bisa banyak berkomentar karena saya merasa harus netral.

      Setiap orang punya pandangan masing2, silahkan dikemukakan, dengan cara yang baik tentunya. Sehingga bisa terjadi diskusi sehat yang akan menghasilkan jalan keluar yang baik juga.

      Salam panah juga!

      Delete
    2. waw.. siapakah gerangan yang bertangan baja dan tak pernah memagang busur namum sangat hebat tersebut wahay kisanak...

      Delete
    3. dia adalah..si tangan sakti ajian baja kelana...apakah anda tidak kenal ?..beliau sahabat saya tapi ini akan rahasia (no rek saya akan saya infokan kalau anda minat kenal beliau)

      Delete
  11. Benarkah INASP bubar?
    Aduh sangat disayangkan. Padahal saya dulu pengen ikut training INASP terbentur masalah biaya.
    Sekarang udah nabung, eh lha kok bubar. :(
    Semoga bukan alasan politik ya, atau bukan karena Perpani takut kalah pamor.
    Jadi mikir lagi nih saya kalau mau nyari tempat latihan panahan dimana? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak jadi kok bubarnya, silahkan hubungi klub terdekat.

      Delete
  12. Kang kalau mau diskusi tentang organisasi panahan (komunitas atau kub) atau yang terkait tentang Perpani kemana ya? Kalau akang bisa alhamdulillah, apalagi kalau bisa via japri..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiknya ke pengcab perpani terdekat. Karena kadang aturan lokal beda2.

      Delete
    2. Kami baru bentuk kang di Pematang Siantar, Sumut, saya salah satu pengurus yg ditunjuk walaupun can ngerti nanaon, tp krn kami sering latihan bareng, kira2 ada bahan bacaan buat referansi aja

      Delete
  13. KTA buat para pemanah apakah wajib kang...
    Trus bagai mna agar kita nyy bisa memiliki KTA pemanah kang...? Nhuun Jazakallah

    ReplyDelete

Powered by Blogger.