Toko Papatembak

The Snapshot (oleh Taufiek JD Rahardjo)

Penulis kontributor: Taufiek JD Rahardjo

Saat kita masih kanak-kanak atau bahkan tidak sedikit yang sampai remaja masih senang bermain ketapel, termasuk saya. Keluar masuk kampung atau sekedar di kebon dekat rumah cari burung berbekal ketapel buatan sendiri dengan karet merah bekas ban sepeda. Dalam bermain ketapel, kita tidak perlu visir (alat bantu bidik), tidak juga menimbang bobot batu sebagai peluru, menembaknya secara langsung dengan waktu singkat, tarik....sreettt..jebret..!!!! dan. .plok..!! sasaran pun tumbang. Tehnik ini disebut "SNAPSHOT". (sering juga disebut instinctive archery, red) 

Dalam tehnik ini tidak diperlukan visir dan kitapun tidak pernah membidik, yang kita lakukan hanyalah "fokus" pada sasaran, biarkan otak yang memperkirakan lintasan batu trayektori peluru ketapel sampai ke sasaran.

Hal lain yg juga sering kita lakukan adalah melempar ayam tetangga yg makan padi yg sedang dijemur nenek. ambil batu ayunkan tangan.dan...siut..!!.keok..!!!, ayam tetangga pun kena lemparan tanpa perlu membidik.

Dalam dunia panahan, tehnik "SNAPSHOT" ini juga banyak dipakai, terutama oleh para penggemar horsebow. atau para bow hunter yang menggunakan busur recurve. Tehnik SNAPSHOT dalam memanah juga tidak berbeda dengan bermain ketapel, tarik dengan cepat dan langsung dilepas..jebret..!!.

Hal pokok yang harus diperhatikan adalah kita harus dapat melihat dengan sasaran yang dituju dengan kedua mata, atau stereoskop. dengan demikian otak dapat mengkalkulasi dan memperkirakan jarak sasaran. Agar padangan tidak terhalang, maka posisi busur harus agak miring atau bahkan ada yang sampai 45 derajat. dan posisikan anak panah tepat di bawah mata kanan (dan sebaliknya untuk pemanah kidal). Prinsip dasar bahwa "anchor harus tetap" pun berlaku pada tehnik memanah snapshot.

Memiringkan busur supaya pandangan tidak terhalang

Saya senang menggunakan sudut bibir sebagai patokan. Fokus pada sasaran, tarik busur sambil tetap fokus pada sasaran, saat menyentuh sudut bibir, langsung...jepret..!!, panah dilepas...jangan lupa "follow through". Anda akan kaget sendiri, begitu hebatnya otak manusia hanya dengan memandang fokus ke sasaran, otak sudah mengkalkulasi jarak dan sudut elevasi yang dibutuhkan. Ketajaman ini memang dipengaruhi bakat, tetapi pada dasarnya, semakin diasah, semakain tajam prediksi dari otak.

Orang yang sangat terkenal dengan tehnik SNAPSHOT adalah Fred Bear (Maret 5, 1902 – April 27, 1988). Dia adalah legenda Bow hunter Amerika pendiri pabrik panah merk BEAR, dan sering muncul di acara TV Amrik sebagai host. Beliau sudah berburu segala macam satwa, dari Harimau Benggala, Gajah Afrika sampai Beruang Kutub. dengan menggunakan panah buatan sendiri dengan tehnik "SNAPSHOT". Dalam sebuah wawancara di tv, tentang bagaimana tehnik "SNAPSHOT", Beliau menjawab : "saya tidak tahu, pokonya panah saja.".

Saya juga sangat kagum dengan beliau, sehingga saat masih di SMA di tahun 1974, saya memaksakan untuk dapat menyisihkan uang jajan yang pas-pasan supaya bisa beli buku karya Fred Bear : "THE ARCHER'S BIBLE". Sayang buku itu sudah tidak tahu menyelip dimana.
Selamat bermain panah dengan tehnik "SNAPSHOT"



Salam,
Taufiek JD Rahardjo



NB:
- Daftar isi blog ini bisa diliat di Site Map.
- Dengan berbelanja di toko papatembak, Anda telah berkontribusi terhadap keberlangsungan blog ini. Kalo dagangan saya laku, saya jadi punya banyak waktu buat nulis. Haha...

No comments

Powered by Blogger.