Toko Papatembak

Kasta dalam Panahan


Banyak sekali orang (gak semua loh ya, oknumnya doang) yang beranggapan bahwa satu jenis busur lebih tinggi kastanya dibanding busur lain. Kebanyakan menganggap busur compound adalah kasta tertinggi, penggunanya dianggap udah paling keren dibanding pengguna busur lain.

Selain itu juga ada istilah "naik kelas". Misal pemain barebow jadi main asesoris lengkap. Pengguna standard bow ganti jadi busur recurve ILF. Atau yang asalnya pake busur recurve lalu ganti jadi busur compound.

Ya, seakan2 kasta sebuah busur itu dinilai dari harganya. Biasanya harga emang berbanding lurus dengan kualitas semisal kecepatan lecutan, akurasi, keawetan, dll. Tapi jangan sampe hal itu membuat kita jadi memandang rendah pemanah lain yang punya peralatan yang harganya lebih murah.

Katakanlah semua pemanah punya duit gak terbatas. Apa semua bakalan beli busur recurve atau compound full set harga puluhan juta? Tentu tidak, masing2 pemanah pasti punya sesuatu yang namanya SELERA.

Ada yang sukanya busur tradisional yang sangat sederhana, bahkan ada aliran busur primitif dimana semua peralatannya dibikin dari bahan alami. Point dari anak panahnya aja pake batu yang dipecahin, dibentuk, dan ditajemin sendiri.

Anak panah yang dipake di Primitive Archery, pointnya dari batu.

Ada yang sukanya pake horsebow, yang nembaknya gak pake bidik2an. Instinctive, tinggal liat ke target langsung jepret.


Ada yang sukanya warbow, busur tradisional yang dulunya dipake perang. Draw weightnya bisa sampe diatas 200lbs. Mencret gak tuh?!

Warbow punya draw weight yang tinggi karena harus nembus armor musuh.

Ada juga yang sukanya busur PVC, dibikin bentuk busur yang unik2 dengan kemampuan yang baik.

Busur compound berbahan PVC

Intinya, saya berharap kedepannya gak ada lagi "kasta" dalam panahan. Semua saling menghargai pilihan masing2 pemanah dari segi jenis busur, ronde, gaya menembak, dst.

Udah gitu doang.



NB:
- Daftar isi blog ini bisa diliat di Site Map.
- Dengan berbelanja di toko papatembak, Anda telah berkontribusi terhadap keberlangsungan blog ini. Kalo dagangan saya laku, saya jadi punya banyak waktu buat nulis. Haha...



Sakaw nembak yeuh,
Azhar A. Suryadiningrat
www.papatembak.com

8 comments:

  1. Tetep ada oom pada batas2 tertentu. Tempat saya brlatih, ujung kanan adalah para new comers karena jarak tembak 5 meter. Pada pengin makin ke kiri karena jarak makin jauh naikin tantangan. paling kiri buat kompon jaraknya 50 m. Itulah kasta tempat kami. Saya ndiri tengah aja cukup..ga ada dana k kompon.. Nikmati yg ada.. Kekekkekee.. Piss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda om. Bukan itu maksud saya. Itu mah wajar, masa iya harus disamain pemula main 50 meter atau atlit main 5 meter. Hehe...

      Maksud saya lebih ke masalah selera pilihan jenis busur dan gaya menembak.

      Delete
  2. bagus tulisannya, tapi kata "mencret" nya itu loh bikin jijik .. he..he..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, mohon dimaklumi. Saya hobi nyeletuk.

      Delete
  3. standar bow teu kaudag, merenahkeun diri kana pvc. teu nanaon, nu penting Bismillah - Alhamdulillah. Meh jadi ibadah 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaragoan emang lumpatna teh. Hese ngudagna. :D

      Delete
  4. Wah sy seneng banget baca linknya, jadi tambah pengalaman deh walaupun praktekx. Nanti, thanks ya mas Azhar suryadiningrat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting kalo orang ngomongin panahan bisa nyambung. :D

      Delete

Powered by Blogger.